Mengapa MPASI start 6 bulan, tidak
kurang tidak lebih ?
*courtesy of Bubu Mia Ilmiawaty Saadah and friends in HHBF
"Kasian bayiku nangis terus, lapar, aku kasih makan aja biar gak
nangis"
"Ah jaman dulu juga 4 bulan"
"Kata DSA ku 4 bulan aja, ASI kan udah gak mengenyangkan lagi"
"ah masa, di kampung aja bisa makan 2 bulan"
..........................................................................
Hehehehehe:)
Pasti senyum senyum baca kutipan diatas:)
Tapi percaya deh,percakapan kaya itu akan kita denger pada saat bayi kita akan mencapai umur 6 bulan.
Dan biasanya hal2 seperti itu akan kita dengar dari orang2 dilingkungan terdekat :)
Saya menebalkan kuping selama hampir 2 bulan pada saat didesak untuk segera memberikan bubur untuk Mas Dhul pada saat umurnya baru 4 bulan.
Akhirnya saya mulai browsing2 mengapa MPSI baru diberikan setelah umur 6 bulan, kemudia saya print dan saya bundel :)
Tulisan di bawah ini salah satunya :)
Selamat membaca ya :)
Jangan lupa kuatkan iman kalo sudah didesak memberikan bubur untuk si kecil sebelum 6 bilan ya :)
Tulisan di bawah ini saya kutip langsung dari milis Lactalea Indonesia :
Banyak sekali pertanyaan dan kritik yang timbul mengenai pemberian Makanan
Pendamping ASI (MPASI) di usia kurang dari 6 bulan. Bahkan banyak dari kita
tidak pernah tahu mengapa WHO & IDAI mengeluarkan statement bahwa ASI
eksklusif (ASI saja tanpa
tambahan apapun bahkan air putih sekalipun) diberikan pada 6 bulan pertama kehidupan seorang anak. Kemudian setelah umur 6 bulan anak
baru mulai mendapatkan MPASI berupa pure buah, bubur lembut, bubur saring, tim,
dsb.
Alasan Menunda Pemberian MPASI
Mengapa harus menunda memberikan MPASI pada anak sampai ia berumur 6 bulan ?
Kalau jaman dulu (baca : sebelum diberlakukan ASI eksklusif 6 bulan) umur 4
bulan aja dikasih makan bahkan ada yang umur 1 bulan. Dan banyak yang
berpendapat gak ada masalah apa-apa tuh dgn anaknya.
Satu hal yang perlu diketahui bersama bahwa jaman terus berubah. Demikian juga
dengan ilmu & teknologi. Ilmu medis juga terus berkembang dan berubah
berdasarkan riset-riset yang terus dilakukan oleh para peneliti. Sekitar lebih
dari 5 tahun yang lalu, MPASI disarankan diperkenalkan pada anak saat ia
berusia 4 bulan. Tetapi kemudian beberapa penelitian tahun-tahun terakhir
menghasilkan banyak hal sehingga MPASI sebaiknya diberikan setelah 6 bulan.
Mengapa umur 6 bulan adalah saat terbaik anak mulai diberikan MPASI ?
1. Pemberian makan setelah
bayi berumur 6 bulan memberikan perlindungan ekstra & besar dari berbagai
penyakit.
Hal ini disebabkan sistem imun bayi < 6 bulan belum sempurna. Pemberian
MPASI dini sama saja dengan membuka pintu gerbang masuknya berbagai jenis
kuman. Belum lagi jika tidak disajikan higienis. Hasil riset terakhir dari
peneliti di Indonesia menunjukkan bahwa bayi yang mendapatkan MPASI sebelum ia
berumur 6 bulan, lebih banyak terserang diare, sembelit, batuk-pilek, dan panas
dibandingkan bayi yang hanya mendapatkan ASI eksklusif. Belum lagi penelitian
dari badan kesehatan dunia lainnya.
2. Saat bayi berumur 6 bulan ke atas,
sistem pencernaannya sudah relatif sempurna dan siap menerima MPASI. Beberapa
enzim pemecah protein spt asam lambung, pepsin, lipase, enzim amilase, dsb baru
akan diproduksi sempurna pada saat ia berumur 6 bulan.
3. Mengurangi resiko
terkena alergi akibat pada makanan Saat bayi berumur < 6 bulan, sel-sel di
sekitar usus belum siap untuk kandungan dari makanan. Sehingga makanan yang
masuk dapat menyebabkan reaksi imun dan terjadi alergi.
4. Menunda pemberian
MPASI hingga 6 bulan melindungi bayi dari obesitas di kemudian hari. Proses
pemecahan sarisari makanan yang belum sempurna. Pada beberapa kasus yang ekstrem
ada juga yang perlu tindakan bedah akibat pemberian MPASi terlalu dini. Dan
banyak sekali alasan lainnya mengapa MPASI baru boleh diperkenalkan pada anak
setelah ia berumur 6 bulan. Masih
banyak yang mengenalkan MPASI < 6 bulan
Kalau begitu kenapa masih banyak orangtua yang telah memberikan MPASI ke
anaknya sebelum berumur 6 bulan? Banyak sekali alasan kenapa ortu memberikan
MPASI < 6 bulan.
Umumnya banyak ibu yang beranggapan kalau anaknya kelaparan
dan akan tidur nyenyak jika diberi makan. Meski tidak ada relevansinya banyak
yang beranggapan ini benar.
Kenapa ? Karena belum sempurna, sistem
pencernaannya harus bekerja lebih keras utk mengolah & memecah makanan.
Kadang anak yang menangis terus dianggap sebagai anak gak kenyang. Padahal
menangis bukan semata-mata tanda ia lapar.
Belum lagi masih banyak anggapan di
masyarakat kita seperti ortu terdahulu bahwa anak saya gak papa tuh dikasih
makan nasi diulek ama pisang pas umur 2 bl.
Malah sekarang jadi orang.
Alasan
lainnya juga bisa jadi juga tekanan dari lingkungan dan gak ada dukungan spt
alasan di atas. Dan gencarnya promosi produsen makanan bayi yang belum
mengindahkan ASI eksklusif 6 bl. Aturan MPASI setelah 6 bulan :
Karena < 6 bulan mengandung resiko
Sekali lagi tidak mungkin ada saran dari WHO & IDAI jika tidak dilakukan
penelitian panjang. Lagipula tiap anak itu beda. Bisa jadi gak jadi masalah
untuk kita tapi belum tentu untuk yang lain.
Misalkan, ilustrasinya sama spt aturan cuci tangan sebelum makan. Ada anak yang
dia tidak terbiasa cuci tangan sebelum makan. Padahal ia baru bermain2 dengan
tanah dsb. Tapi ia tidak apa2. Sedangkan satu waktu atau di anak yang lain,
begitu ia melakukan hal tsb ia langsung mengalami gangguan pencernaan karena
kotoran yang masuk ke
makanan melalui tangannya.
Demikian juga dengan pemberian MPASI pada anak
terlalu dini.
Banyak yang merasa "anak saya gak masalah tuh saya kasih
makan dari umur 3 bulan". Sehingga hal tsb menjadi "excuse" atau
alasan untuk tidak mengikuti aturan yang berlaku.
Padahal aturan tersebut
dibuat karena ada resiko sendiri. Lagipula penelitan tentang hal ini terus
berlanjut. Saat ini mungkin pengetahuan dan hasil riset yang ada masih terbatas
dan "kurang" bagi beberapa kalangan. Tapi di kemudian hari kita tidak
tahu. Ilmu terus berkembang.
Dan satu hal yang penting.
Aturan agar menunda memberikan MPASi pada anak < 6 bulan bukan hanya berlaku
untuk bayi yang mendapatkan ASI eksklusif. Tetapi juga bagi bayi yang tidak
mendapatkan ASI (susu formula atau mixed). Semuanya akan
kembali kepada ayah & ibu.
Jika kita tahu ada resiko dibalik
pemberian MPASI < 6 bulan, maka mengapa tidak kita menundanya.
Apalagi banyak sekali penelitian & kasus yang mendukung hal tersebut.
Apapun keputusan ibu & ayah, apakah mau memberikan MPASi < 6 bulan
ataupun > 6 bulan, alangkah baiknya dipertimbangkan dengan baik untung
ruginya bagi anak, bukan bagi orang tuanya.
Sehingga keputusan yang diambil
adalah yang terbaik untuk sang anak."