Pages

Subscribe:

Sunday, January 20, 2013

Gasol Tepung Beras Sebagai MPASI

Gasol?
Apaan tuh Ra?

Itu rata2 reaksi pertama dari temen2 pada waktu bertanya ,pas 6 bulan Mas Dhul dikasih makan apa Ra :)

Dapat informasi tentang tepung Gasol ini dari Dek Dita tetangga depan rumah yang sukses memberikan MPSI rumahan buat Mas Gavin putranya:)

Jadi Gasol ini merk Tepung Beras murni yang harus dimasak terlebih dahulu sebelum diberikan ke bayi.
Jadi tidak instan yang tinggal dikasih air panas terus jadi:)


Tepung beras umum digunakan sebagai makanan pertama yang dikenalkan kepada bayi saat mulai makan makanan padat. Tepung beras sangat aman dan jarang menimbulkan alergi.
Sebagai MPASI, tepung beras diolah menjadi bubur tepung dan disajikan dengan susu, buah atau sayur. Untuk pemberian dengan sayur, bisa sebagian air untuk memasak tepung beras diganti dengan air kaldu.

Ada kok penjelasan detailnya di http://www.gasolorganik.com/
Untuk pembeliaanya bisa secara online di :
http://www.tepunggasol.com/ atau toko2 Online bayi lainnya

Di Superindo juga ada kok :)

Pas pertama kali mau memberikan tepung Gasol ke Mas Dhul, beli 4 rasa :
Tepung Beras Merah,Kacang Hijau,Pisang dan Beras Coklat

Favorit Mas Dhul yang Beras Merah dan Beras Coklat :)

Pembuatannya gampang kok:)

Bubur Tepung Beras ( 1 porsi)
bahan :   20 gr Tepung Beras + 200 ml air
Campur tepung beras & air, aduk rata, jerang di atas api, aduk sampai mendidih, angkat.
*) Catatan : Kalau menambahkan serbuk tepung ke air mendidih akan timbul gumpalan dan sulit untuk menghaluskannya. Jadi tepung dan air harus diaduk dulu pada suhu ruang.
Biasanya pas saat penyajian ditambahkan susu :)
Pertama kali diberikan tepung beras, Mas Dhul makannya lumayan banyak,ada kira2 10 sendok:)
Dan untuk 1 rasa Tepung Gasol diberikan paling ga 2- 3 hari :)
Kamudian baru ganti rasa:)

Tips:
Untuk yang kacang hijau,buburnya dengan takaran air yang sama dengan pembuatan bubur yang lain hasilnya lebih encer,jd khusus untuk yg kacang hijau airnya sedikit saja pada saat masak.



Mengapa MPASI start 6 bulan, tidak kurang tidak lebih?


Mengapa MPASI start 6 bulan, tidak kurang tidak lebih ?


*courtesy of Bubu Mia Ilmiawaty Saadah and friends in HHBF

"Kasian bayiku nangis terus, lapar, aku kasih makan aja biar gak nangis"
"Ah jaman dulu juga 4 bulan"
"Kata DSA ku 4 bulan aja, ASI kan udah gak mengenyangkan lagi"
"ah masa, di kampung aja bisa makan 2 bulan"

..........................................................................

Hehehehehe:)
Pasti senyum senyum baca kutipan diatas:)
Tapi percaya deh,percakapan kaya itu akan kita denger pada saat bayi kita akan mencapai umur 6 bulan.
Dan biasanya hal2 seperti itu akan kita dengar dari orang2 dilingkungan terdekat :)

Saya menebalkan kuping selama hampir 2 bulan pada saat didesak untuk segera memberikan bubur untuk Mas Dhul pada saat umurnya baru 4 bulan.
Akhirnya saya mulai browsing2 mengapa MPSI baru diberikan setelah umur 6 bulan, kemudia saya print dan saya bundel :)

Tulisan di bawah ini salah satunya :)
Selamat membaca ya :)
Jangan lupa kuatkan iman kalo sudah didesak memberikan bubur untuk si kecil sebelum 6 bilan ya :)


Tulisan di bawah ini saya kutip langsung dari milis Lactalea Indonesia :


Banyak sekali pertanyaan dan kritik yang timbul mengenai pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) di usia kurang dari 6 bulan. Bahkan banyak dari kita tidak pernah tahu mengapa WHO & IDAI mengeluarkan statement bahwa ASI eksklusif
(ASI saja tanpa tambahan apapun bahkan air putih sekalipun) diberikan pada 6 bulan pertama kehidupan seorang anak. Kemudian setelah umur 6 bulan anak baru mulai mendapatkan MPASI berupa pure buah, bubur lembut, bubur saring, tim, dsb.

Alasan Menunda Pemberian MPASI

Mengapa harus menunda memberikan MPASI pada anak sampai ia berumur 6 bulan ? Kalau jaman dulu (baca : sebelum diberlakukan ASI eksklusif 6 bulan) umur 4 bulan aja dikasih makan bahkan ada yang umur 1 bulan. Dan banyak yang berpendapat gak ada masalah apa-apa tuh dgn anaknya.

Satu hal yang perlu diketahui bersama bahwa jaman terus berubah. Demikian juga dengan ilmu & teknologi. Ilmu medis juga terus berkembang dan berubah berdasarkan riset-riset yang terus dilakukan oleh para peneliti. Sekitar lebih dari 5 tahun yang lalu, MPASI disarankan diperkenalkan pada anak saat ia berusia 4 bulan. Tetapi kemudian beberapa penelitian tahun-tahun terakhir menghasilkan banyak hal sehingga MPASI sebaiknya diberikan setelah 6 bulan.

Mengapa umur 6 bulan adalah saat terbaik anak mulai diberikan MPASI ?

1. Pemberian makan setelah bayi berumur 6 bulan memberikan perlindungan ekstra & besar dari berbagai penyakit.
Hal ini disebabkan sistem imun bayi < 6 bulan belum sempurna. Pemberian MPASI dini sama saja dengan membuka pintu gerbang masuknya berbagai jenis kuman. Belum lagi jika tidak disajikan higienis. Hasil riset terakhir dari peneliti di Indonesia menunjukkan bahwa bayi yang mendapatkan MPASI sebelum ia berumur 6 bulan, lebih banyak terserang diare, sembelit, batuk-pilek, dan panas dibandingkan bayi yang hanya mendapatkan ASI eksklusif. Belum lagi penelitian dari badan kesehatan dunia lainnya. 

2. Saat bayi berumur 6 bulan ke atas, sistem pencernaannya sudah relatif sempurna dan siap menerima MPASI. Beberapa enzim pemecah protein spt asam lambung, pepsin, lipase, enzim amilase, dsb baru akan diproduksi sempurna pada saat ia berumur 6 bulan. 

3. Mengurangi resiko terkena alergi akibat pada makanan Saat bayi berumur < 6 bulan, sel-sel di sekitar usus belum siap untuk kandungan dari makanan. Sehingga makanan yang masuk dapat menyebabkan reaksi imun dan terjadi alergi. 

4. Menunda pemberian MPASI hingga 6 bulan melindungi bayi dari obesitas di kemudian hari. Proses pemecahan sarisari makanan yang belum sempurna. Pada beberapa kasus yang ekstrem ada juga yang perlu tindakan bedah akibat pemberian MPASi terlalu dini. Dan banyak sekali alasan lainnya mengapa MPASI baru boleh diperkenalkan pada anak setelah ia berumur 6 bulan. Masih banyak yang mengenalkan MPASI < 6 bulan

Kalau begitu kenapa masih banyak orangtua yang telah memberikan MPASI ke anaknya sebelum berumur 6 bulan? Banyak sekali alasan kenapa ortu memberikan MPASI < 6 bulan. 
Umumnya banyak ibu yang beranggapan kalau anaknya kelaparan dan akan tidur nyenyak jika diberi makan. Meski tidak ada relevansinya banyak yang beranggapan ini benar. 
Kenapa ? Karena belum sempurna, sistem pencernaannya harus bekerja lebih keras utk mengolah & memecah makanan. 
Kadang anak yang menangis terus dianggap sebagai anak gak kenyang. Padahal menangis bukan semata-mata tanda ia lapar. 
Belum lagi masih banyak anggapan di masyarakat kita seperti ortu terdahulu bahwa anak saya gak papa tuh dikasih makan nasi diulek ama pisang pas umur 2 bl. 
Malah sekarang jadi orang. 
Alasan lainnya juga bisa jadi juga tekanan dari lingkungan dan gak ada dukungan spt alasan di atas. Dan gencarnya promosi produsen makanan bayi yang belum mengindahkan ASI eksklusif 6 bl. Aturan MPASI setelah 6 bulan : Karena < 6 bulan mengandung resiko

Sekali lagi tidak mungkin ada saran dari WHO & IDAI jika tidak dilakukan penelitian panjang. Lagipula tiap anak itu beda. Bisa jadi gak jadi masalah untuk kita tapi belum tentu untuk yang lain.
Misalkan, ilustrasinya sama spt aturan cuci tangan sebelum makan. Ada anak yang dia tidak terbiasa cuci tangan sebelum makan. Padahal ia baru bermain2 dengan tanah dsb. Tapi ia tidak apa2. Sedangkan satu waktu atau di anak yang lain, begitu ia melakukan hal tsb ia langsung mengalami gangguan pencernaan karena kotoran yang masuk ke
makanan melalui tangannya. 
Demikian juga dengan pemberian MPASI pada anak terlalu dini. 
Banyak yang merasa "anak saya gak masalah tuh saya kasih makan dari umur 3 bulan". Sehingga hal tsb menjadi "excuse" atau alasan untuk tidak mengikuti aturan yang berlaku. 
Padahal aturan tersebut dibuat karena ada resiko sendiri. Lagipula penelitan tentang hal ini terus berlanjut. Saat ini mungkin pengetahuan dan hasil riset yang ada masih terbatas dan "kurang" bagi beberapa kalangan. Tapi di kemudian hari kita tidak tahu. Ilmu terus berkembang.

Dan satu hal yang penting. Aturan agar menunda memberikan MPASi pada anak < 6 bulan bukan hanya berlaku untuk bayi yang mendapatkan ASI eksklusif. Tetapi juga bagi bayi yang tidak mendapatkan ASI (susu formula atau mixed). Semuanya akan kembali kepada ayah & ibu. 
Jika kita tahu ada resiko dibalik pemberian MPASI < 6 bulan, maka mengapa tidak kita menundanya. 

Apalagi banyak sekali penelitian & kasus yang mendukung hal tersebut. 
Apapun keputusan ibu & ayah, apakah mau memberikan MPASi < 6 bulan ataupun > 6 bulan, alangkah baiknya dipertimbangkan dengan baik untung ruginya bagi anak, bukan bagi orang tuanya. 
Sehingga keputusan yang diambil adalah yang terbaik untuk sang anak."

Saturday, January 19, 2013

Peralatan MPSI

Hehehehe :) Telat banget sebenrnya posting ini,secara sekarang Mas Dhul sudah hampir 1 tahun:)
cita cita selalu memposting setiap perkembangan Mas Dhul hanya janji tinggal janji:(

Semuanya hanya terketik di MS Word dan belum sempat di posting di blog.

Dulu waktu Mas Dhul mau 6 bulan dah heboh browsing sana sini mencari barang2 apa yang harus dibeli:)

Kalo ke toko bayi,atau liat toko Online Bayi maunya semuanya di beli :)

Dan berikut ini barang2 yang akhirnya di beli berikut reviewnya:)

1.Blender / food Processor ( merk Pumpee)

Di beberapa OL Shop harganya berkisar 190.000 - 200.000 an.

Imut bentuknya ,jd kalo mau pergi2 bisa dibawa:)

Kelebihan Pumpee ini,kalo blender tidak halus sekali seperti blender yang besar.
Jadi pada saat bayi sudah tumbuh bayi,makanan yang akan di blender hasilnya tidak halus sekali.



Note: 
Pernah baca di majalah Ayahbunda,bayi memang harus belajar mengunyah jangan diblender halus terus. 
Makannya sudah pasti akan lebih lama, tapi dengan belajar mengunyah selain merangsang pertumbuhan gigi juga membantu engeluarkan kotoran telinga secara alami.

2.Takashi Slow Cooker


Ini benda yang kudu ada juga nih:)
Namanya slow cooker jd masaknya lamaaa antara 6 jam - 8 jam.

Dirumah jarang dipake soale lbh cepet pake kompor sama panci untuk buat bubur dengan resiko gosong kalo lupa :)

Tapi kalo lagi jalan2 ini mbantu banget:)
Waktu kita ke puncak nginep untuk acara keluarga,barang ini ga ketinggalan:)
Taro di kamar mandi ,masukin semua bahan2 bubur terus colok deh:)

Tapi untuk slow cooker ini hasilnya tdk selembut bubur hrs dihaluskan lagi dengan food processor.

Menurut review beberapa orang yg sudah mempergunakan ini, memang kebanyakan yang mempergunakan kebanyakan Ibu2 yang juga bekerja.

Jadi malam di colok pagi hari sudah mateng:)
Jadi tinggal kasih ke yang ngasuh,ini makanan buat hari ini:)

3.Pisau dan Talenan

Harus baru juga?:)
Iya dongggg:)
Antara supaya ga kecampur sama yang lain,sama karna memang ingin beli yang baru :)

4.Botol Sendok Boon MPSI


Ini kepake banget waktu ngasih bubur yang agak cair ke Mas Dhul.
Masukin buburnya ke tabung terus tinggal dipencet deh:)

Juga pada waktu memperkenalkan pure buah :)







5. Panci 

Iya pancinya beli khusus kalo mau buat bubur :)
Disarankan yang alumunium jangan teflon .

6. Mangkok Bayi

Ini mangkuk bayi untuk Mas Dhul:)
Kenapa model ini,karna pinggirnya ada pegangannya jd lebih mudah pada saat menyuapi:)

Kalo buat pergi juga enak karna ada tutupnya,tapi sayang sendoknya tidak ada tutupnya jd akhirnya beli sendok sama garpu yang ada tempatnya:)





Hmmm kayaknya yang penting2 itu sih,selebihnya sih sambil jalan aja:)

Oiya OL Shop yang barangnya bagus2 disini bun:

http://www.kiddobaby.com/
http://www.littlehannahshop.com/

lucu2 barangnya:)

Selamat Belanjaaaa:)

Thursday, November 8, 2012

Stay At Home Mom…That's Me!


Kalo baca judulnya yg super duper keren itu pasti mikirnya dirumah kaya gambar ini kegiatannya:)


Hehehehe :) Ternyata tidak sodara sodara,seperti inilah kegiatan saya setelah memutuskan untuk berenti kerja :)


Persis persis banget sih ga:)
Belom pernah soale gendong mas dhul dengan posisi begitu,paling sambil dipangku terus duduk depan PC deh:)

Banyak yg menyesalkan knp saya resign kerja dr Astra,hmm sebenrnya sih msh pegawai Outsorching:)
Sdh 5 tahun bekerja sebagai pegawai Outsource dengan nasib yg tidak jelas dan keinginan memiliki momongan membuat saya mengambil keputusan berenti kerja.

Dari pertama mulai mendapat haid,jadwal kedatangan tamu bulanan ini tdk bisa diprediksi,kadang dateng kadang 3 bulan ga dateng,kadang awal bulan,tengah bulan kadang akhir bulan baru muncul.

Setelah 6 bulan menikah belum ada tanda2 kehamilan maka dipilihlah jalur pengobatan alternatif,yaitu pijat:)
Tempatnya ga jauh dr rumah mama tapi antrinya bikin sakit pinggang,datang jam 6.30 pagi bisa baru dipijat jam 11 siang.
( Ini salah satu alasan knp berenti kerja,utk alternatif ini biasanya di hari biasa klo msh kerja ga enak ijin2 terus,klo sabtu minggu masih kena piket )

Dan Alhamdulilah setelah itu ga lama positif hamil :)
Rasanya? Seneng bangettttttttt:)

Akhirnya Februari kemarin lahirlah Faidhul Haq Rumekso dengan berat 3,3 kg panjang 49cm :)

Sekarang Mas Dhul sdh 8 bulan:)
Walaupun cape ngurus mas dhul tapi terbayar melihat perkembangannya setiap hari:)
Lihat senyum pertamanya,dengar kata pertamanya,dengar mas dhul tertawa untuk pertama kalinya,klo sedang dikelonin tidur,tangan mas dhul suka membelai2 rambut Ibunya:)

Namun dengan memilih tinggal dirumah mengurus anak,maka hilanglah pendapatan berjuta juta#lebay.com  yg biasanya diterima setiap bulan sewaktu kerja dulu:)

Saat ini mencoba memanfaatkan BB dan FB untuk berjualan :)
Memang hasilnya tidak langsung sebesar gaji sewaktu masih kerja:)
Tapi alhamdullilah bisa buat beli beli baju sendiri:)

Jadi apapun titlenya,Working Mom ato The Stay At Home Mom semua ada plus minusnya :)
Nikmatin saja:) 
Toh yang tau apa yg terbaik buat kita ya kita sendiri:)